Mungkin memang iya, aku terlalu banyak menuntut, aku terlalu memaksakan segalanya, kurang sadar diri, tapi semata-mata apa yang aku usahakan saat ini bukan untuk kepentinganku, tapi untuk kita.Tak lebih cuma pengen hubungan kita baik-baik saja. Dengan sadar aku akui memang cara ku salah, selalu salah mungkin. Itu sebabnya aku pengen kamu supaya tau cara yang benar.
Dan untuk kesekian kalinya akupun gagal mempertahankan apa yang menjadi kebanggaanku, iya kamu. Kamu memilih diam dan menghindar atau lebih tepatnya kita sama-sama diam dan menghindar. Sedih? iya sedih, hati wanita mana yang mau merasakan hal sepertiku? Kecewa? iya kecewa banget. Tapi aku bisa apa kalau memang ini kenyataannya dan gak bisa dihindari?. Saat ini yang bisa aku lakukan cuma berdoa supaya Tuhan selalu menjadikanku wanita yang selalu kuat dalam keadaan apapun, sesulit apapun, serumit apapun.
Buat kamu rumah ternyaman yang pernah aku huni, terimakasih sudah pernah mengijinkan aku untuk bermimpi hal yang begitu indah, merancang masa depan adalah hal yang akan selalu aku rindukan. Bercerita dan membiarkan tubuhku bersandar di bahumu adalah tempat terindah saat aku benar-benar lelah dengan kehidupan nyata. Pelukanmu, selimut terhangat yang pernah ada di dunia.
Terimakasih Ibe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar