Mungkin aku yang belum siap dengan segala perubahan. Iya, semuanya kamu rubah dengan tiba-tiba, rasanya untuk menghela nafas saja tak kau ijinkan. Semuanya serba kilat.
Whatever, kamupun ternyata punya hak atas itu. Apalah, rasanya beberapa bulan ini begitu menyedihkan, atau sengaja kamu buat menjadi sesedih ini?? atau kamu lagi menguji aku? atau memang ingin membuat jarak? iya jarak, biar jauh, menjauh dan pergi.
Apa sudah habis waktuku untuk merasakan bahagiamu? bahagiaku? bahkan bahagia kita? atau aku yang terlalu berlebihan? terlalu berdrama? nyatanya selama ini apa yang aku cemaskan, aku takutkan, aku khawatirkan benar-benar terjadi, bukan mau mendahului Tuhan, kebetulan segalanya memang terjadi dan Tuhan mengijinkannya aku untuk menyaksikan, iya menyakitkan.
" Aku memang bukankanlah Tuhan Yang Maha Tau, namun sedikit saja kamu berpaling aku bisa merasakannya."
Bagaimana bisa, apa yang kamu ucapkan dengan sengaja kamu langgar?? kenapa begitu?? Pernahkah kamu memikirkan bagaimana terlukanya aku? bagaimana aku harus dengan 'biasa' menerima semuanya?? Aku yang harus pura-pura lupa dengan segala ucapanmu.Apa kamu juga lupa bahwa yang kamu pertaruhkan itu hatiku dan perasaanku?
Terima kasih untuk telah membuatku merasakan hal yang tidak pernah aku bayangkan. Terimakasih untuk "MIMPI BURUK" yang indah yang sudah kamu ciptakan. Terimakasih untuk tamparan hebat, yang membuatku sadar, MENCINTAIMU TAK PERLU DENGAN HATI !!!!