Pages

Selasa, 03 September 2013

Tentang Kita

Parangtritis


Senang, sedih, marah, kecewa, bahagia semuanya telah kita rasakan. Dan semua yang kita rasakan itu telah membuat kita menjadi sepasang kekasih yang begitu kuat, dan akan terus menjadi kuat. Setiap detik yang kita lalui telah membentuk kita menjadi seorang yang saling menyayangi satu sama lain. 

Betapa kasih yang terlampau indah untuk dikisahkan bagian perbagian. Entah siapa yang mengajarkan kita untuk saling menciptakan rindu. Ahh apapun itu aku hanya ingin memelukmu dalam keadaan apapun.

Benar-benar indah cerita yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita dipertemukan dalam suatu masa yang tak pernah aku bayangkan. Sebuah perjumpaan yang tak pernah terencanakan oleh kita. Dan Tuhan sudah memberikan satu tanda kepada kita, tapi waktu itu kita masih hidup dengan pilihan kita masing-masing. Pernah kita dalam satu ruang, satu waktu tapi kita tak pernah saling menyapa, tak mengenal dan kita tak peduli satu sama lain. Hingga pada satu titik, aku melihatmu dan mulai menerka-nerka. Iya ternyata kita sudah saling bicara tapi walaupun melalui Blackberry Messenger.


Sebuah perbincangan yang singkat, hingga akhirnya waktu saling memaksa kita untuk semakin dekat. Masih terekam jelas, waktu pertama kali kita memutuskan untuk bertemu hanya berdua saja, iya hanya aku dan kamu. Dengan suatu alasan kita pun mencoba berbicara lebih dalam lagi, hingga akhirnya aku memberanikan diri membuka layar handphonemu, entah apa dan siapa yang mengintruksikan jempolku untuk membuka gallery fotomu. Dan disitu petama kalinya kamu memberikan kejutan kepadaku,iya,,, entah dengan alasan apa sebagian foto yang aku pasang untuk display picture Blacberry Messengerku telah berbaris, dan terpampang di dalamnya.

Aku tersenyum, dan mencoba mengatur alur detak jantungku, aku tak mau terbawa emosiku. Aku bahagia tapi aku malu untuk mengungkapkannya. Aku sudah menduga, kamu menyimpan sebuah rasa untukku.

Setalahnya kitapun mulai berani untuk saling mengungkap perasaan kita masing-masing. Dan ternyata Tuhan menyamakannya. Iya kita saling jatuh cinta dan kita saling sayang satu sama lain.

Meski kita telah sama-sama tau, sama-sama mengharapkan kebersamaan tapi jalan yang Tuhan tunjukkan begitu amat berat kita jalani. Aku dengan posisi masih dengan pacarku waktu itu. Ujian yang begitu lama untuk kita berdua. Banyak pihak yang mencibir kita dan mencoba menjatuhkan kita, menjauhkan genggaman kita, dan merobohkan kaki kita. Tapi diluar pikiran kita, kita justru semakin kuat, semakin kokoh dan kita saling berpegangan satu sama lain, walaupun di tengah jalan kamu semoat putus asa, sempat bosan dengan keadaan yang tak jelas.

Pada akhirnya, sebuah jalan pasti menemui sebuah ujung. Dan kita menang. Tanggal 4 Mei 2013 adalah hari dimana hati kita benar-benar menjadi satu. Aku dan Kamu benar-benar menjadi kita.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar